Pengertian Arsitek & arsitektur beserta tugas arsitek !!!

Diposting pada

Jasa Desain Rumah Murah – Arsitek adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan. Istilah arsitek seringkali disimpulkan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksibangunan, yang perannya untuk memandu ketetapan yang pengaruhi aspek bangunantersebut didalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah pas dikarenakan lingkup pekerjaan seorang arsitek benar-benar luas, terasa dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, hingga bersama dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih pas mengartikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan.
Arti lebih umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana.
“Arsitek” berasal dari Latin architectus, dan dari bhs Yunani: architekton (master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu).

Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek cocok bersama dengan bestek dan perjanjian yang sudah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor. Bilamana berlangsung penyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau membongkar anggota yang tidak memenuhi kriteria yang disepakati.

Praktik arsitek
Di dunia keprofesian arsitektur, pengetahuan teknis, manajemen, dan pengetahuan bisnis adalah aspek yang benar-benar mutlak disamping pengetahuan terhadap pengetahuan merancang itu sendiri. Seorang arsitek disewa oleh klien untuk melaksanakan studi kelayakan, audit bangunan, mendesain bangunan dan struktur.

 

mungkin desain bukan seluruh nya , namun seluruh nya itu tentu di desain !

Apa sih tugas Arsitek?

Tulisan pendek ini aku buat untuk meluruskan kesalahpahaman yang sering dimiliki orang awam yang berpikiran bahwa seorang Arsitek adalah seorang tukang gambar. Pada kenyataannya, didalam sebuah tim desain, seorang juru gambar (Drafter) adalah anak buah seorang Arsitek. Menggambar bukanlah pekerjaan utama seorang Arsitek, kemudian apa memang pekerjaan arsitek?

Seorang Arsitek adalah seorang ahli didalam bidang desain bangunan. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyaratkan bahwa untuk dapat menyebut diri sendiri sebagai seorang Arsitek dan dapat berprofesi sebagai Arsitek di tengah-tengah masyarakat, seseorang harus memenuhi semua persyaratan berikut: 1) Sudah selesaikan pendidikan formal di bidang Arsitektur, 2) Memiliki pengalaman bekerja bersama dengan seorang Arsitek Madya atau Utama (diterangkan kemudian) atau di sebuah perusahaan desain arsitektur (sering disebut bersama dengan Biro Konsultan Arsitektur), 3) Mengikuti program-program penataran yang diselenggarakan IAI, dan 4) Lulus ujian Sertifikasi Keahlian Arsitek (SKA) yang diselenggarakan IAI.
Berdasarkan keahlian dan sertifikat yang dipegangnya, seorang Arsitek dibedakan menjadi: Arsitek Pratama (junior), Arsitek Madya (menengah), dan Arsitek Utama (senior). Sertifikat yang dipegang seorang Arsitek akan pilih bangunan-bangunan yang boleh dan tidak boleh didesain seorang Arsitek, diamati berdasar kompleksitasnya. Sementara Arsitek Utama boleh mendesain bangunan-bangunan rumit seperti bandar udara, rumah sakit, dsb, seorang Arsitek Pratama hanya boleh mendesain rumah dan bangunan-bangunan lain yang memiliki kerumitan rendah.

Di Indonesia, pendidikan S1 Arsitektur berlangsung sepanjang 4 tahun, dimana sesudah itu seorang lulusan Arsitektur harus lebih dulu mengikuti program-program penataran yang diselenggarakan IAI dan memiliki pengalaman kerja sebelum akan dapat mengikuti ujian SKA. Sementara di Amerika Serikat, pendidikan S1 Arsitektur berlangsung sepanjang 5 tahun, dimana sesudah itu lulusan Teknik Arsitektur dapat langsungmengikuti ujian SKA Amerika Serikat.

Selama kuliah S1-nya, seorang mahasiswa Arsitektur biasanya mempelajari hal-hal berikut: jatah tubuh manusia, psikologi manusia didalam ruang, pengolahan ruang, pengolahan bentuk, dasar-dasar seni rupa, cara kerja beraneka jenis bangunan (kantor, pusat perbelanjaan, dll), basic pengetahuan Struktur, basic pengetahuan Utilitas Bangunan (penerapan pengetahuan Elektro dan Mesin didalam bangunan), basic desain interior, basic manajemen proyek, dan tehnik menggambar.
Dengan bekal pendidikannya, pekerjaan seorang Arsitek di antaranya adalah:

  1. Menata letak bangunan-bangunan yang memiliki keterikatan faedah didalam sebuah site dan mendesain site tersebut.
    2. Mengolah tata area sebuah bangunan
    3. Menentukan rencana desain interior sebuah bangunan (termasuk perletakan furniturenya, dll).
    4. Mengolah wujud luar dan kelihatan sebuah bangunan.
    5. Menentukan jenis dan letak sistem susunan terhadap bangunan.
    6. Menentukan jenis dan letak instalasi listrik terhadap bangunan.
    7. Menentukan jenis dan letak instalasi pipa air dan jalur penghawaan udara.
    8. Menentukan jenis dan letak alat-alat transportasi didalam bangunan (lift, dsb).
    9. Menghitung cost konstruksi sebuah bangunan.
  2. Kolaborasi Arsitek dan Insinyur Lainnya
    Setelah paham hal-hal yang dipelajari seorang mahasiswa Arsitektur sepanjang perkuliahan S1 nya, kini dapat diketahui bahwa objek desain Arsitek bukan hanya rumah, sebagaimana yang sering dimengerti orang awam, tapi segala macam bangunan yang terkandung kesibukan manusia di dalamnya, seperti sekolah, kampus, gedung perkantoran, hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, stadion bola, layanan olahraga, bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api, daerah ibadah, hingga rumah sakit.
    Seorang Arsitek dapat bekerja sendiri untuk melahirkan desain bangunan-bangunan yang memiliki kompleksitas sederhana. Akan tetapi, seorang Arsitek harus bekerja mirip bersama dengan insinyur-insinyur tehnik dari telaten pengetahuan lainnya untuk melahirkan desain bangunan-bangunan yang memiliki kompleksitas tinggi, seperti bandar udara, rumah sakit, ataupun gedung-gedung tinggi. Dalam sebuah tim desain bangunan, biasanya seorang Arsitek melakukan tindakan sebagai Kepala Desainer (Chief Designer), dimana para insinyur tehnik lain harus mengikuti desain yang sudah dibuatnya. Pada tahap Konsep Desain, Arsitek akan tunjukkan ide-ide yang dimilikinya menyangkut wujud bangunan, desain interiornya, sistem struktur, mekanikal, dan elektrikal untuk bangunan tersebut didalam wujud sketsa-sketsa, gambar 2 dan 3 dimensi. Selanjutnya, didalam tahap Pengembangan Desain, Arsitek akan beri tambahan gambar-gambar tersebut untuk dicek aspek teknisnya dan dikembangkan oleh Insinyur Sipil, Elektro, Mesin, Desainer Interior, dan pakar-pakar lainnya.

Ketika mendesain sebuah bangunan yang memiliki kerumitan tinggi, adalah tidak kemungkinan bagi Arsitek untuk mengembangkan gambar-gambar tersebut seorang diri. Selain akan memakan benar-benar banyak waktu, perihal tersebut terhitung tidak mendapat dukungan oleh bekal pendidikan Arsitek sendiri. Selama perkuliahan S1 nya, seorang mahasiswa Arsitek hanya mempelajari basic dari pengetahuan Struktur dan Utilitas Bangunan. Detail masing-masing pengetahuan tersebut tidak dipelajari mahasiswa Arsitektur dan merupakan pelajaran mahasiswa Teknik Sipil, Elektro, dan Mesin.
Sebagai contoh, walau seorang Arsitek dapat mengira-ngira ukuran-ukuran tiang (biasa disebutkolom) untuk sebuah bangunan tinggi, seorang Arsitek tidak dapat paham jenis beton, detail tulangan besi, ataupun mutu besi yang harus tersedia di dalamnya. Ini dikarenakan mahasiswa Arsitektur tidak mempelajari Mekanika Teknik, karakteristik material beton, maupun besi secara mendalam, yang merupakan pelajaran mahasiswa Teknik Sipil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *